informasi

Untuk pemesanan produk bisa menghubungi kami via telpon 085729 2828 35. Produk akan kami kirim via jasa ekspedisi. Pembayaran melalui transfer ke rekening kami. BSM 7022035376 an Pamukat WT

Minggu, 22 Desember 2013

Definisi Hijamah(Bekam)

Perkataan “Hijamah” berasal dari istilah Bahasa Arab yang berarti “pelepasan darah kotor” dan bukan
“Al Fashd” (pembuang darah). atau dalam bahasa Inggris disebut dengan “Cupping”. dan dalam bahasa
melayu dikenal dengan istilah “Bekam”. Di Indonesia kita kenal dengan istilah Kop atau Canduk.
Hijamah merupakan teknik pengobatan Sunnah Rasulullah SAW yang telah dipraktekkan oleh manusia
sejak zaman dahulu.Kini pengobatan ini dimodernkan dan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, dengan
menggunakan alat yang praktis dan efektif serta tanpa efek samping.
Hijamah adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid-racun yang berbahaya) dari dalam tubuh
melalui permukaan kulit. Toksid / toksin adalah endapan racun/zat kimia yang tidak dapat diuraikan oleh
tubuh. Toksin ada pada hampir setiap orang. Toksin berasal dari pencemaran udara maupun dari makanan
yang mengandung zat pewarna, pengembang, penyedap rasa, pemanis, pestisida sayuran, dll.
Kulit adalah organ yang terluas dalam tubuh manusia, karena itu banyak toksid / racun berkumpul disana.
Dengan berbekam dapat membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Inilah salah satu
DETOKSIFIKASI (proses pengeluaran toksin) yang sangat mujarab serta tiada efek samping. Alhijamah
sangat berkesan untuk melegakan atau menghapuskan kesakitan, memulihkan fungsi tubuh / badan serta
memberi harapan pada penderita untuk terus berikhtiar mendapat kesembuhan.
Hijamah dapat menghilangkan rasa sakit pada bahu dan tenggorokan jika dilakukan pada bagian kuduk.
Juga dapat menghilangkan sakit pada bagian kepala serperti muka, gigi, telinga dan hidung jika penyakit
itu disebabkan oleh terjadinya penyumbatan pada darah atau rusaknya jaringan darah.
Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya “Gharibul Hadits”melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila :
“Bahwasanya Rasulullah Saw, melakukan bekam pada kepalanya dengan tanduk ketika disihir orang”
Hijamah juga sangat bermanfaat untuk mengobati orang yang keracunan makanan, bisa dan sejenisnya.
lebih-lebih jika negeri itu adalah negeri panas dan terjadi pada musim panas. Kekuatan racun itu mengalir
ke seluruh tubuh melalui darah sehingga tubuh berkeringat, racun sudah menjalar ke jantung, maka yang
keracunan itu tidak dapat tertolong lagi. Nabi Muhammad SAW memilih berhijamah pada kuduk
(tengkuk)nya karena tempat itulah yang paling dekat kepada jantung, walaupun materi racun itu tidak
keluar keseluruhannya. Namun hal itu sudah cukup meringankan penderitaan orang yang keracunan itu.
Titik hijamah di bawah dagu dapat menyembuhkan sakit gigi, sakit pada bagian wajah, kerongkongan dan
pada urat leher, serta membersihkan kepala dan kedua telapak tangan. Hijamah di belakang tapak kaki
(bagian atas tapak kaki) dapat menggantikan venesection sephena, yaitu urat besar pada mata kaki,
menghilangkan kutil-kutil (borok) yang tumbuh di kedua paha, betis serta tulang kering. Juga dapat
menghentikan keluarnya darah haid (terputusnya menstruasi) dan gatal-gatal buah testis (kantung
kemaluan laki-laki). Hijamah di bawah dada diatas perut dapat menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis,
panu yang ada di paha, kaki yang sering kebas/linu, encok, penyakit, wasir (hermorhoid), penyakit
kegajahan (kaki bengkak) atau elephantiasis, dan gatal-gatal pada punggung.
Sejak zaman mesir kuno alhijamah menjadi amalan bagi penyembuhan berbagai penyakit, seperti sawan
(epilepsy), stroke, hingga ke penyakit yang ringan seperti masalah kulit dan letih lesu. Perawatan ini tidak
perlu diragukan lagi karena berdasarkan hadits-hadits yang banyak menerangkan kebaikan bagi orang
yang mengamalkan alhijamah. Nabi Muhammad SAW merupakan insan yang pertama dihijamah para malaikat dengan perintah Allah SWT sebelum Isra dan Mi‟raj. Penjelasan dalam hadits Riwayat Ibnu
Majah menerusi Katjir bin Salim.
Selama Aku Berjalan pada malam isra mi‟raj bersama para malaikat, mereka selalu berkata “Hai
Muhammad, suruhlah umatmu berbekam”.
Pada zaman Rasulullah SAW digunakan kaca berupa cawan atau mangkok tinggi. Pada zaman cina kuno
mereka menyebut Al Hijamah sebagai “PERAWATAN TANDUK” karena tanduk menggantikan kaca.
Dalam bahasa Melayu sering disebut dan sangat polpuler dengan sebutan Bekam. Pada kurun abad ke 18
orang-orang di Eropa menggunakan LINTAH sebagai alat untuk melakukan Al Hijamah. Pada satu masa,
40 juta lintah di impor ke negara perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu akan dilaparkan tanpa di beri
makan jadi bila di sangkutkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah-darah tadi dengan
begitu efektif sekali. Setelah kenyang dia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas
mengakhiri prosesi hijamahnya. Ada juga yang menggunakan gelas atau buluh, tetapi hal itu memerlukan
api untuk menguapkan dan untuk mendapatkan keadaan vacum.
Hari ini peralatan yang di gunakan sesuai dengan perubahan zaman berteknologi tinggi dan diakui oleh
para dokter di rumah sakit. Teknik-teknik menjaga kebersihan alat, tempat dan penderita serta perawat
mesti di penuhi.
3. MENGAPA PERLU BERHIJAMAH ?
Tubuh yang sehat dan pikiran yang cerdas adalah faktor penting dalam hidup seorang individu demi
melaksanakan tanggung jawab kehidupan mereka. Tapi jika terlalu banyak kotoran dalam badan, akan
menyebabkan Statis Darah (pembekuan darah) sehingga sistem darah tidak berjalan dengan lancar.
Keadaan ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan fisik maupun mental. Akibatnya akan
muncul rasa malas, murung, kerap mengeluh kurang sehat, mudah bosan, dan selalu terasa tertekan. Hal
ini akan lebih parah lagi dimana seseorang akan terganggu emosinya, jika banyak terdapat angin dalam
darah yang susah dikeluarkan, sehingga perlu mendapat perawatan kejiwaan.
Dengan demikian Statis Darah harus dikeluarkan. Malangnya sistem pengobatan konvensional tidak
dapat bertindak demikian. Jadi kita harus mencari pengobatan yang dapat bertindak mengeluarkan toksidtoksid
tersebut dengan cepat, agar tubuh kita tidak lemah dan mudah diserang berbagai penyakit. Salah
satu sistem pengobatan yang paling berkesan ialah dengan berhijamah dan disinergikan dengan
mengkonsumsi herba dari Herba Penawar Alwahida Indonesia (HPAI).
Rasulullah menganjurkan umatnya berhijamah antara tanggal 15 dan 21 setiap bulan qomariyah,
sekurang-kurangnya satu kali seumur hidup. Rasululah SAW memuji orang yang berhijamah, karena :
“Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan penglihatan”.
Allah SWT mengkhususkan bulan Ramadhan untuk mensucikan Rohani manusia dengan berpuasa. Jadi
wajarlah kita berhijamah untuk mensucikan jasmani sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan.
Agar kita dapat mengimbangi tenaga kehidupan kita sebagai seorang muslim yang mentaati perintah
Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian orang yang berhijamah insya Allah akan mendapatkan syafa‟at
Rasulullah disamping memperoleh manfaat kesehatan lahir dan bathin.
Tujuan dan Manfaat Al-Hijamah:
- Mengamalkan sunah Rosul dalam hal pengobatan
- Peningkatan Daya Tahan Tubuh (Promotif)
- Pencegahan Penyakit (Preventif)
- Penyembuhan Penyakit (Kuratif)
- Perawatan Pasa Sakit (Rehabilitatif)

Add to Cart

0 komentar:

Posting Komentar